Bagaimanakah Perluasan Alam Semesta Terjadi?
Sekitar kurang lebih seratus
tahun, para ilmuwan sudah menyimpulkan bahwa cahaya yang datang dari jarak yang
paling jauh kepada kita akan mengarah pada warna merah. Ketika para ilmuwan
menganalisis pada galaksi, melalui pertunjukan perangkat khusus yang spektrum
bergeser ke arah merah.
Cahaya terdiri dari tujuh warna
utama. Matahari adalah salah satu bintang. Ketika cahayanya menembus kaca yang
disebut prisma segitiga, akan terpecah warna menjadi tujuh, berawal dari warna
merah untuk gelombang panjang dan ungu untuk gelombang pendek.
Dalam dunia cahaya, panjang
gelombang yang lebih pendek akan memunculkan radiasi lebih banyak dan lebih
berbahaya. Karena itulah, kita mendengar sinar X berbahaya. Diantara bentuk
kasih sayang Allah kepada kita adalah kita diberikan pelindung
atmosfer-atmosfer yang mampu menyerap atau menyaring sinar matahari. Sedangkan
infra merah tidak terlihat, dan tidak terlalu berisiko, karena gelombangnya
panjang.
Begitulah, kita menganalisa
cahaya bintang jugaakan menghasilkan tujuh warna seperti pada di gambar. Tapi
yang terjadi adalah bahwa spektrum optik galaksi muncul berbeda-beda yaitu
warnanya semakin memerah. Dan ini terjadi berulangkali di sebagian besar
galaksi.
Artinya, spektrum optik galaksi
seluruhnya mengalami sebuah gerakan. Pertanyaan berikutnya adalah, ke arah mana
galaksi itu bergerak, menjauh atau mendekat dengan kita?
Jika cahaya galaksi cenderung ke
arah merah, dan warna itu berarti gelombang cahaya panjang, berarti galaksi itu
menjauh dari kita. Inilah yang ditegaskan fakta ilmiyah bahwa para ilmuwan,
yakin bahwa alam semesta ini mengalami perluasan, yang ternyata telah
disebutkan dalam Al Qur’anul Karim:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya
Kami benar-benar meluaskannya.”(QS. Adz Dzaariyat : 47)
Bagaimanakah Perluasan Alam Semesta Terjadi?
Reviewed by Unknown
on
6:47:00 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:47:00 PM
Rating:





No comments:
Silahkan tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan